Pipeline

Mengelola peluang penjualan di papan kanban.

Pipeline

Pipeline menampilkan peluang penjualan (deal) dalam papan kanban. Setiap kolom mewakili satu tahap penjualan, dan kamu memindahkan kartu deal dari tahap ke tahap berikutnya seiring proses berjalan. Inilah modul utama tim sales.

Pipeline Aurora Skin Clinic

Contoh nyata: Pipeline Aurora — deal Anita (Paket Membership 6x) sudah di kolom Menang, dua deal lain masih berjalan.

Memahami Papan Kanban

  • Setiap kolom = satu tahap (stage) penjualan.
  • Setiap kartu = satu deal, berisi nama, nilai, dan kontak terkait.
  • Pindahkan kartu dengan drag & drop untuk mengubah tahapnya.

Custera CRM memakai enam tahap baku, dari peluang baru hingga selesai:

Memuat diagram…

Fungsi Tiap Stage

Pahami kapan sebuah deal pantas berada di tiap kolom:

StageFungsi / kapan dipakai
ProspekPeluang baru masuk dan belum dinilai. Pintu masuk semua deal — mis. baru dibuat dari chat di Inbox. Belum tentu cocok atau serius.
KualifikasiMemastikan calon benar-benar berpotensi: butuhnya jelas, ada anggaran, dan orang yang tepat. Deal yang tidak lolos di sini sebaiknya ditandai Kalah lebih awal.
PenawaranCalon sudah memenuhi syarat, kamu mengirim penawaran/harga resmi (paket, kuotasi). Bola ada di pihak pelanggan untuk menimbang.
NegosiasiPelanggan tertarik tetapi sedang membahas detail — harga, diskon, jadwal, atau syarat. Tahap terakhir sebelum keputusan.
MenangDeal berhasil ditutup (closing). Pelanggan setuju & membeli. Nilainya dihitung sebagai pendapatan di Dashboard; biasanya dilanjutkan ke Booking.
KalahDeal gagal/batal. Tandai di sini (jangan dihapus) dan catat alasannya agar bisa dianalisis nanti.

Tips: Tahap Menang dan Kalah bersifat final — keduanya "menutup" deal. Sisanya (Prospek → Negosiasi) adalah deal yang masih aktif dan ikut dihitung sebagai nilai pipeline berjalan.

Membuat & Mengelola Deal

  1. Buat deal lewat tombol Buat Baru → Deal Baru, atau langsung dari sebuah percakapan di Inbox.
  2. Isi nama deal, nilai estimasi, dan kontak terkait (dari Pelanggan).
  3. Klik kartu untuk membuka detail, mencatat aktivitas, dan melihat riwayat.
  4. Saat berhasil ditutup, pindahkan ke tahap Menang; jika gagal, ke Kalah disertai alasan.

Tips Mengelola Pipeline

  • Jaga agar tahap setiap deal selalu terbaru supaya laporan akurat.
  • Tutup deal yang sudah tidak relevan ke Kalah agar papan tidak penuh.
  • Gunakan nilai estimasi yang realistis untuk perkiraan pendapatan.

Hubungan dengan Modul Lain

  • Asal deal: sering lahir dari percakapan di Inbox.
  • Pemilik deal: setiap deal terhubung ke satu Pelanggan.
  • Setelah menang: pelanggan bisa dijadwalkan di Booking dan ditarget ulang lewat Broadcast.
  • Ringkasan: total nilai & jumlah deal tampil di Dashboard.

Kaitan Pipeline & Booking

Pipeline dan Booking saling mengisi: deal yang berkembang sering memicu jadwal, dan jadwal yang selesai mendorong deal maju.

Memuat diagram…
  • Konsultasi mendukung penjualan: booking konsultasi membantu menggerakkan deal ke tahap berikutnya (mis. dari Kualifikasi ke Penawaran).
  • Deal menang → jadwal layanan: setelah Menang, buat booking layanan yang tertaut ke deal sehingga riwayatnya terhubung.
  • Booking selesai → stage otomatis: booking yang ditandai selesai dapat memperbarui tahap deal secara otomatis (opsi auto-update di Booking).

Studi Kasus: Aurora Skin Clinic

Dimas menerima deal baru dari Sari: "Paket Membership 6x — Anita" senilai Rp 6.000.000. Perjalanannya melewati tiap stage:

  1. Prospek — deal baru dibuat dari percakapan Anita di Inbox.
  2. Kualifikasi — setelah konsultasi dengan dr. Maya (lihat Booking), Dimas yakin kebutuhan & anggaran Anita cocok.
  3. Penawaran — Dimas mengirim rincian harga Paket Membership 6x.
  4. Negosiasi — Anita menanyakan jadwal cicilan treatment; disepakati.
  5. Menang — Anita setuju dan resmi menjadi member.

Nilai deal ini langsung terhitung di Dashboard, dan Anita kini masuk segmen Member yang nanti dipakai di Broadcast.

Pertanyaan Umum

Apa beda deal "Kalah" dan menghapus deal? Tandai Kalah (bukan hapus) agar datanya tetap tercatat untuk analisis — misalnya tahu berapa banyak peluang yang batal dan alasannya.